Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2009

Pelantikan Angkatan Muda Melia azedarach (Ma)

Gambar
Berangkat jam 10 pagi dari Camp, bis yang membawa kami melaju dengan pelan, maklum weekend agak macet dikit, dengan menempuh perjalan lebih kurang 5 jam kami pun sampai ditempat tujuan, yaitu di Pelabuhan Ratu, sebuah tempat penginapan dipinggir pantai yang indah dengan pemandangan menghadap ke laut, rasa cape selama perjalan hilang tersapu gelombang ombak dan terbenam sunset di ujung laut, sore itu sangat indah sekali sayang bila dilewatkan begitu saja, sepak bola pantai menjadi satu pilihan yang tidak bisa dilewatkan, ada juga yang menceburkan diri menikmati ombak sore dan ada juga yang sekedar jalan-jalan di pantai menikmati indahnya pemandangan sunset. Ba’da magrib acara pun dimulai, dengan upacara sederhana prosesi Pelantikan Anggota Muda Melia azedarach (Ma) berjalan dengan lancar dengan diserahankannya Kartu Anggota kepada anggota baru dan bertindak sebagai pembina upacara adalah Kang Rian (Cb), walaupun pelantikan kali ini kurang mendapatkan antusiasme dari Akang dan Tete

Taman Nasional

Gambar
Taman nasional daratan maupun perairan memiliki ciri khas tertentu, dan mempunyai multi fungsi yaitu perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan dan pemanfaatan secara lestari jenis tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya. Taman nasional dikelola dengan sistem zona dan dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, kebudayaan dan pariwisata/rekreasi alam. Sistem zona merupakan penataan kawasan taman nasional berdasarkan fungsi dan peruntukannya sesuai kondisi, potensi dan perkembangan yang ada. Secara umum pembagian zona pada setiap taman nasional mencakup zona inti, zona rimba/bahari, zona pemanfaatan dan atau zona-zona lain yang ditetapkan oleh Menteri Kehutanan berdasarkan kebutuhan pelestarian keanekaragaman hayati. Zona Inti merupakan kawasan taman nasional yang berfungsi untuk perlindungan mutlak dan tidak diperkenankan adanya perubahan apapun oleh kegiatan manusia, serta perubahan dan perkembangan y

Kekayaan Alam Indonesia

Gambar
Indonesia merupakan salah satu dari tujuh negara mega biodiversitas yang dikenal sebagai pusat konsentrasi keanekaragaman hayati dunia. Kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia sebanyak ± 6.000 spesies flora dan fauna yang dimanfaatkan sehari-hari untuk pangan, obat-obatan, kosmetik, pewarna dan lain-lain; keanekaragaman ekosistem alam sebanyak ± 47 tipe; sedangkan keanekaragaman genetik sampai saat ini belum banyak diketahui, walaupun telah digunakan untuk pemuliaan berbagai kepentingan budidaya tumbuhan dan satwa. Keanekaragaman spesies Indonesia tercatat dalam urutan kesatu untuk mamalia (436 spesies, 51% endemik), kupu-kupu (121 spesies, 44% endemik) dan palem (477 spesies, 47% endemik); keempat untuk reptil (512 spesies, 29% endemik); kelima untuk burung (1.519 spesies, 28% endemik); keenam untuk amphibi (270 spesies, 37% endemik); dan ketujuh untuk tumbuhan berbunga (29.375 spesies, 59% endemik). Sebagian besar kekayaan keanekaragaman hayati tersebut