Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2011

filosofi MAPAR (buat kami)

Gambar
M.96 Ts Transisi hidup adalah perjalanan waktu, dan waktu pula penghubung hidup dan mati. Ini merupakan suatu hal yang tidak bisa disuap lagi, apalagi mencoba berdiskusi, sampai ”nungging”pun tetap waktu enggan dihentikan. Atas dasar inilah kami memilih untuk terus bergerak dan berkarya tidak menunggu pasrah dan terdiam melewati labirin panjang kehidupan. Kami menolak dan berperang melawan sikap egoistis dan statis tanpa makna. Sebaliknya, kami terus eksploitasi cara berfikir kami untuk terus aktif dan membawa harum nama MAPAR Semua pasti akan menjalani perubahan, semua adalah pilihan, ini merupakan hal mutlak dan absolut dari sifat kehidupan dunia nyata. Sebagai penyikapan dari hal-hal yang baru terus tumbuh dari diri kami, kami hadir tidak sebagai individu perorangan, tetapi mencoba untuk hadir bersama dalam satu Jiwa, MAPAR (Mahasiswa Pecinta Alam Rimba) , berdiri bersama membangun dunia yang kami anggap sebagai dunia kami sendiri, dunia kita semua. Kami membuat

Pengetahuan Dasar Survival

Gambar
Survival berasal dari kata survive yang berarti mampu mempertahankan diri dari keadaan tertentu. Dalam hal ini mampu mempertahankan diri dari keadaan yang buruk dan kritis misalnya saat mendaki gunung tersesat jalan, atau tertinggal rombongan di lebatnya hutan belantara. Sedangkan Survivor adalah orang yang sedang mempertahankan diri dari keadaan yang buruk. Survival adalah keadaan dimana diperlukan perjuangan untuk bertahan hidup. Survival merupakan kehidupan dengan waktu mendesak untuk melakukan improvisasi yang memungkinkan. Kuncinya adalah menggunakan otak untuk improvisasi. Statistik membuktikan hampir semua situasi survival mempunyai batasan waktu yang singkat hanya 3 hari atau 72 jam bagi orang hilang, dan yang mampu bertahan cukup lama tercatat sangat sedikit sekitar 5 persen itupun karena pengetahuan dan pengalamannya. Dalam situasi survival diperlukan pengetahuan terhadap kondisi dan kebutuhan tubuh, bukan mutlak mengerti secara fisik tetapi memahami reaks

Hewan (Mamalia) Indonesia dalam Daftar CITES Apendiks I

Gambar
Hewan-hewan Indonesia dalam daftar CITES Apendiks I tidak sedikit. Hewan-hewan Indonesia yang masuk daftar CITES Apendiks I mencapai 84 spesies. Dan dari 84 hewan yang termasuk dalam daftar CITES Apendiks I tersebut 45 diantaranya merupakan hewan dari kelas mammalia. Apendiks CITES adalah daftar spesies (binatang dan tumbuhan) yang perdagangannya perlu diawasi sehingga negara-negara anggota setuju untuk membatasi perdagangan dan menghentikan eksploitasi terhadap spesies yang terancam punah. Hewan dan tumbuhan itu oleh CITES dikategorikan dalam tiga tingkatan yang disebut Apendiks. Ke-3 Apendiks CITES tersebut, yaitu Apendiks I, Apendiks II, dan Apendiks III. Apendiks I adalah daftar seluruh spesies tumbuhan dan satwa liar yang dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional. Sedangkan Apendiks II merupakan daftar spesies yang tidak terancam kepunahan, tapi mungkin terancam punah bila perdagangan terus berlanjut tanpa adanya pengaturan. Dan Apendiks III merupa